Polri: Polisi Akan Jemput Paksa Amien Rais

INDONESIASATU.CO.ID:

JAKARTA - Polda Metro Jaya membuka peluang menjemput paksa Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais. Penjemputan paksa dilakukan jika Amien Rais tak bersikap kooperatif memenuhi panggilan penyidik sebagai saksi untuk tersangka Ratna Sarumpaet.

"Dipanggil kedua tidak ada pemberitahuan, maka ketiga dijemput dengan surat," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Drs. Setyo Wasisto‎. SH. di Gedung PTIK, Jakarta, Jumat, (5/10/2018)

Jenderal bintang dua ini menjelaskan jika pemanggilan Amien Rais merupakan bagian dari rangkaian penyidikan kasus penyebaran berita hoaks Ratna. Untuk itu, Amien Rais diminta menghormati proses hukum yang berjalan.

"Informasi (tak hadir memenuhi panggilan) juga harus dengan surat keterangan," kata dia.

Irjen Pol Setyo masih menutup rapat informasi soal daftar nama saksi yang bakal dipanggil penyidik dalam kasus ini. Korps Bhayangkara, kata dia, menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik.

"Teknis, substansi penyidikan. Teknis nanti itu ada di penyidikan. Itu nanti tanyakan ke penyidik untuk memanggilnya siapa saja," pungkas dia.

Amien Rais sedianya diperiksa pukul 10.00 WIB di Polda Metro Jaya. Dia akan dimintai keterangan terkait kasus penyebaran informasi hoaks yang menjerat Ratna Sarumpaet. Namun, Amien Rais mangkir tanpa memberi keterangan.

Polda Metro Jaya menetapkan Ratna Sarumpaet sebagai tersangka penyebaran informasi hoaks. Penyidik juga memutuskan menahan aktivis itu usai diperiksa sebagai tersangka.

Ratna dijerat Pasal 14 UU 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).(hy)

  • Whatsapp

Index Berita